Foto: Puti Aini Yasmin/detikHealth

True Story

 
Puti Aini Yasmin - detikHealth
Jumat, 09/12/2016 19:07 WIB

Jakarta, Shock pastinya dirasakan ibu bernama Winny Nizia (30) ketika harus melahirkan anak keduanya secara prematur. Tapi, Winny memilih berdamai dengan takdir agar dirinya tetap kuat dan semangat merawat putrinya yang diberi nama Zalfa Ashila atau Aila.

Winny mengisahkan saat mengandung Aila, dirinya mengalami preeklampsia hingga harus melakukan persalinan di usia kandungan 30 minggu. Apalagi, detak jantung si bayi saat itu diketahui melemah.

“Karena kondisi tersebut jadi saya harus operasi caesar mendadak. Saya juga sudah hampir kehilangan kesadaran saat itu,” ucap Winny kepada detikHealth baru-baru ini.

Aila lahir dengan berat 1,8 kg. Tak hanya itu, kadar bilirubin si kecil Aila tinggi hingga tubuhnya kuning. Ditambah kekurangan oksigen, berat badannya turun 0,1 kg dalam dua minggu. Awalnya, Winny mengaku sangat takut dan bingung harus melakukan apa karena keterbatasan informasi mengenai bayi prematur.

Bahkan, ia sempat berpikir apakah sang putri bisa bertahan hidup dan bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Tapi, kondisi Aila perlahan membaik karena sebisa mungkin Winny memberi ASI untuk nya. Aila juga mendapat perawatan metode kanguru atau kangaroo mother care yang dilakukan sang ayah.

Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Bayi Prematur Butuh Asupan ASI yang Cukup

“Di usia 1 tahun Aila didiagnosis dokter mengalami anemia defisiensi besi dan hernia umbilikalis atau gagalnya otot perut menutup lubang bekas tali pusat. Selain itu Aila juga punya imunitas rendah dan berat badannya sulit naik,” tutur Winny.

Melihat kondisi putrinya seperti itu, Winny sempat terpuruk dan mengeluhkan kondisinya. Tapi, ia berusaha berpikir positif bahwa Tuhan pasti punya maksud tersendiri di balik apa yang dialaminya. Setelah itu, Winny pun mulai bangkit dan memilih ‘berdamai’ dengan takdir.

Kini, Aila sudah berusia 2 tahun 5 bulan. Hasil tes menunjukkan organ tubuh Aila berkembang dengan baik. Hanya saja, perkembangan bicara dan motorik kasarnya agak terlambat. Maka dari itu, Winny rajin memberi stimulasi pada Aila.

“Stimulasi yang terbaik itu memang datangnya dari rumah jadi saya selalu aware kalau Aila memberikan respons terhadap mainan. Saya juga memberikan pijatan lembut dan berinteraksi seperti mendongeng karena takut bicaranya terlambat,” pungkas wanita yang juga menjadi konselor laktasi ini.

(rdn/vit)

Pin It on Pinterest

× Ada yang bisa kami bantu?

Apa Kita Tau ?