Elza Astari Retaduari – detikNews

Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) bersama Komite Perlindungan Anak Indonesia menemukan makanan mengandung pewarna tekstil di SD dan SMP 74 di Rawamangun, Jakarta Timur. Orangtua pun diimbau untuk membawakan anak bekal dari rumah untuk menghindari anak mengkonsumsi makanan yang berbahaya.

“Orangtua sebisa mungkin memberikan bekal pada murid. Anak sekolah harusnya sarapan dulu. Anak diajarkan memilih jajanan yang aman. Jangan terlalu mencolok. Beli yang ada di sekolah jangan jajan sembarangan,” ujar Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta Dewi Prawitasari di kompleks SD 09 Rawamangun dan SMP 74, Jl Pemuda No.6, Jaktim, Senin (13/4/2015).

Makanan berbahaya ditemukan di puding yang dijajakan di kantin SMP 74 yang dibeli oleh siswi SD 09 Rawamangun. Puding tersebut mengandung Methanil Yellow yang ada di pewarna tekstil.

“Bisa mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal, kanker kandung kemih dan gangguan hati. Ciri warnanya mencolok,” kata Dewi.

Salah satu orangtua murid SD 09, Ria mengaku memiliki kekhawatiran akan jajanan yang ada di sekolah. Makanya ia selalu membawakan bekal makan untuk sang anak yang bernama Muhammad Noval Saputra.

“Tiap pagi dibawain bekal, biasanya nasi goreng. Kalau jajan pop ice, es kering itu kan bahaya sebenernya tapi gimana. Kalo misalnya dia mau jajan kita ikutin. Kalau sendiri takutnya milih apa sembarang. Dia kadang sering sakit perut kalau jajan di sekolah, kita udah berusaha melarang,” tutur Ria di lokasi yang sama.

Hal senada diungkapkan oleh orangtua siswa lainnya, Titik, yang selalu membawakan anaknya bekal. Bahkan ia setiap harinya menunggui sang anak saat sekolah agar tidak jajan sembarangan.

“Iya saya takut soalnya banyak yang bahaya makananya. Kayak mie goreng, sosis-sosis atau nugget itu. Tiap hari saya bawain bekal makanan. Saya juga tungguin biar bisa mantau,” tutup Titik menambahkan.

Sumber: detikNEWS, Senin tanggal 13 april 2015.

Pin It on Pinterest

× Ada yang bisa kami bantu?

Apa Kita Tau ?