KOMPAS.com - Memiliki rumah yang terorganisasi memunculkan perasaan nyaman bagi penghuninya. Namun, mencari tahu harus memulai dari mana, mungkin memusingkan Anda.

Sebenarnya, Anda hanya perlu penekanan pada 9 prinsip penataan yang dapat diterapkan pada ruang apa pun dan kapan saja.

1. Kenali zona aktif dan pasif

Zona aktif adalah tempat di rumah yang Anda lewati atau sentuh setiap hari atau beberapa kali sehari.

Sebagai contoh, zona ini mencakup pintu masuk, laci paling atas, rak setingkat mata Anda dan lemari.

Sementara zona pasif adalah ruang yang lebih jarang digunakan di rumah Anda. Contohnya, ruang tamu, garasi atau ruang bawah tanah, rak yang sangat tinggi atau sangat rendah, dan sudut jauh di dalam lemari.

Sebuah kesalahan pengorganisasian umumnya terjadi pada zona aktif utama Anda dengan item yang tidak perlu.

Misalnya: Jangan simpan bola lampu cadangan di laci teratas di dapur ketika Anda hanya perlu mengambilnya setiap beberapa bulan!

2. Membuat penyimpanan terbuka yang indah

Setiap rumah dapat menggunakan kombinasi penyimpanan terbuka dan tertutup. Tapi, khusus di rak terbuka, barang-barang yang Anda pilih harus menarik secara visual.

Misalnya, rak terbuka di ruang tamu merupakan tempat yang tepat untuk buku-buku. Susunan buku ini bisa diatur sesuai warna jika Anda merasa berseni.

Selain itu, rak juga bisa menyimpan benda-benda cantik sebagai aksesoris atau dekorasi. Hindari menyimpan papan permainan dan tumpukan video game di rak ini.

Demikian juga di dapur, rak terbuka adalah tempat untuk meletakkan barang-barang set Anda.

Misalnya, gelas minum atau cangkir teh favorit, bukan wadah penyimpanan makanan dari plastik.

3. Wadah yang mudah ditemukan

Toples yang transparan sangat ideal ketika Anda ingin bisa melihat isinya dalam sekilas.

Keranjang terbuka juga dapat menyimpan barang sementara Anda masih dapat melihat ke dalamnya.

Jika Anda menggunakan wadah yang tidak transparan, pastikan untuk melabelinya dengan jelas. Cara unik lainnya adalah dengan memasang foto dari objek di dalamnya.

4. Siapkan tempat untuk memudahkan penyimpanan

Hal ini adalah yang paling penting ketika berbicara tentang barang anak-anak.

Bila Anda perlu sesuatu, mungkin Anda mudah mendapatkannya. Tapi, ketika tiba saatnya untuk membersihkan, Anda merasa malas.

Untuk meningkatkan kemungkinan barang yang dimasukkan kembali ke tempatnya, gunakan kantong atau keranjang yang mudah dijangkau.

Anda juga bisa meyiapkan sistem pengarsipan sederhana, dan gantungan di dinding untuk barang-barang yang sering digunakan.

5. Kelompokkan sesuai fungsinya

Pengelompokkan ini mirip dengan kotak penolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Ketika terluka dan membutuhkan plester, Anda juga mungkin perlu alkohol untuk membersihkan luka tersebut. Mungkin juga Anda membutuhkan perban atau kain kasa.

Dalam kotak tersebut, semua yang Anda butuhkan untuk merawat cedera terletak di satu tempat.

Ketika Anda mengatur barang-barang Anda, kelompokkan semua yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas di tempat yang sama.

Misalnya, Anda bisa membuat satu kotak untuk obat, yang lain untuk perlengkapan kantor, satu untuk cetakan-cetakan kue, dan sebagainya. Jangan lupa beri label kotak-kotak tersebut.

6. Membagi peralatan

Laci yang terbuka lebar dapat mengundang kekacauan. Kapan saja Anda memiliki laci di mana Anda akan menyimpan barang-barang kecil, gunakan organizer laci.

Fungsinya adalah untuk memisahkan peralatan makan di dapur, perlengkapan kantor di meja Anda, bahkan kebutuhan penting harian seperti kacamata dan kunci di laci dekat pintu masuk.

7. Susun secara vertikal

Kecenderungan untuk menyusun barang-barang secara horizontal atau hanya memanfaatkan ruang di bawah, dapat membuat ruangan lebih sempit.

Hindari pengorganisasian seperti ini dan lakukan secara vertikal sebagai gantinya.

Gunakan rak untuk meningkatkan kapasitas lemari dan gunakan penggantung di dinding untuk menyimpan sapu dan pel sehingga mereka tidak diletakkan secara terbalik.

8. Pilih wadah yang tepat

Tentu Anda tidak ingin jika beberapa item yang paling berharga, misalnya foto-foto lama keluarga dan gaun pengantin, rusak berkat penyimpanan yang tidak tepat.

Ambil langkah-langkah pencegahan dengan memilih wadah penyimpanan yang sesuai isinya.

Foto dan memorabilia kertas harus disimpan dalam wadah bebas asam atau album.

Sementara tekstil harus disimpan dalam kotak penyimpanan yang dapat dimasuki udara atau tas yang memang dirancang untuk itu.

9. Simpan barang-barang berat di tempat yang rendah

Anda tidak perlu menyeimbangkan diri pada tangga ketika mencoba untuk mengangkat sesuatu yang berat.

Jauhkan barang-barang berat di bawah atau maksimal setinggi pinggang Anda.

Hal ini berlaku juga pada peralatan dapur seperti oven, mixer, dan hal-hal lain yang diperlukan beberapa usaha untuk mengangkatnya.

Terlebih jika Anda tinggal di wilayah rawan gempa, poin ini sangatlah penting. Pasalnya, Anda pasti tidak ingin barang-barang berat jatuh dari lemari tinggi dan mendarat di kepala seseorang.

 

Penulis: Arimbi Ramadhiani
Editor: Hilda B Alexander
Sumber: Houzz.com

Pin It on Pinterest

× Ada yang bisa kami bantu?

Apa Kita Tau ?